Menilik sejarah, 3 Juli 1922 ketika Ki hajar Dewantara mendirikan Taman Siswa tekadnya sedemikian kuat menjadikannya senjata perjuangan untuk melepaskan diri dari kebodohan, kemiskinan, dan keterbelakangan bangsa Indonesia. Saat itu jelas teknologi belum mendukung, informasi dan komunikasi juga mungkin sangat terbatas, apalagi di ruang publik, mengingat masih masa penjajahan. Saat itu, yang dimiliki adalah semangat yang menggelora dan mulai muncul kesadaran bahwa pendidikan menjadi jalan menuju pencerahan menuju masa depan. Seiring berjalannya waktu, sistem pendidikan dan pembelajaran semakin berkembang setelah adanya dukungan teknologi, serta semakin tumbuhnya kesadaran bahwa masa depan pembangunan Indonesia sangat ditentukan oleh kemajuan sektor pendidikan.

Saat ini semangat kemerdekaan 77 tahun Republik Indonesia (1945 – 2022) juga ikut menggetarkan semangat dunia Pendidikan, khususnya Perguruan Tinggi, dalam mengimplementasikan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Walaupun pandemi masih belum sepenuhnya berakhir, tetapi proses pendidikan tetap harus berjalan bahkan melakukan berbagai inovasi, termasuk sistem pembelajaran sebagai wujud semangat kemerdekaan belajar. Ukrida sepenuhnya mendukung program MBKM dengan melaksanakan seluruh Bentuk Kegiatan Pembelajaran (BKP), dan melalui program ini mahasiswa dimerdekakan untuk memilih waktu belajar yang disediakan sesuai bakat dan minat, guna persiapan karier masa depan mereka. Merdeka Belajar berperan penting dalam transformasi sistem pendidikan menuju masa depan bangsa yang lebih baik, serta mampu bersaing di era yang serba cepat ini. Merdeka Belajar berperan penting dalam transformasi sistem pendidikan menuju masa depan bangsa yang lebih baik, serta mampu bersaing di era yang serba cepat ini. Bangsa Indonesia memerlukan Sumber Daya Manusia yang berkualitas sebagai penggerak pembangunan, dan pendidikan menjadi sarana untuk mewujudkannya.

Dalam sambutannya, Rektor Ukrida, Dr. dr. Wani Devita Gunardi, Sp. MK (K) antara lain mengatakan, perkembangan sangat cepat di era revolusi industri 4.0 bahkan saat ini menuju 5.0 perlu dicermati oleh perguruan tinggi. Diperlukan penyesuaian kurikulum guna menghasilkan sumber daya manusia yang kompeten dan relevan dengan dunia kerja. Literasi baru yang dikenal, yaitu literasi manusia, literasi digital, dan literasi teknologi, menuntut kompetensi bagi pengembangan kurikulum, sekaligus mengakomodir ketiga literasi tersebut. Harapan Rektor Ukrida, acara ini menjadi gelora yang menggerakkan seluruh sivitas akademika dan secara konsisten memberikan dampak dalam pelaksanaan program MBKM.

Sementara itu, Ketua BKPTKI, Prof. Dr. Ir. Djwantoro Hardjito, M.Eng., yang diwakili oleh Bendahara BKPTKI, Ir. Henry Feriadi, M.Sc., Ph.D., sangat mengapresiasi dan mengucapkan terimakasih kepada Ukrida yang menjadi tuan rumah acara ini. Selain itu, juga diharapkan agar kegiatan ini menjadi momentum yang menyemangati pelaksanaan program MBKM dan gelora merdeka belajar dinikmati dalam suasana peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia. Tekad bangsa Indonesia yang didengungkan, yaitu “Pulih lebih cepat, bangkit lebih kuat”, ditambahkan satu tekad lagi olehnya sehingga menjadi “Puih lebih cepat, bangkit lebih kuat, belajar lebih giat”.

Lebih menyemangati acara Gelora Merdeka Belajar ini, Kepala LLDIKTI Wilayah III, Dr. Ir. Paristiyanti Nurwardani, M.P., dalam sambutannya mengekspresikan kebanggaannya. Dikatakan olehnya bahwa acara ini biasanya dilakukan oleh Kementerian, tetapi kali ini untuk yang pertama dilakukan oleh Badan Kerjasama Pendidikan Tinggi Kristen Indonesia (BKPTKI) dan digagas oleh Ukrida. Apresiasi secara khusus juga diberikan kepada Ukrida dan Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) yang melakukan transformasi pendidikan tinggi dan aktif dalam mengimplementasikan BKP-MBKM. Selain itu diharapkan juga agar Ukrida dan UKDW bisa segera men-sharing-kan Learning Mangement System (LMS) kepada perguruan tinggi lain. Selanjutnya, dikatakan bahwa Ukrida sebagai perguruan tinggi yang unggul telah menjadi teladan serta menjadi konsorsium MBKM Bela Negara pertama. Kepala LLDIKTI Wilayah III juga mengingatkan quote dari Ki Hajar Dewantara, yaitu “Setiap orang akan menjadi guru bagi kita dan setiap rumah akan menjadi sekolah bagi kita”. Menutup sambutannya, Dr. Paristiyanti mengajak seluruh peserta untuk menggemakan: “Gelora Merdeka Belajar ….. Keren!”,…”Ukrida sebagai Host….Keren!”.

Melengkapi Gelora Merdeka Belajar, disampaikan juga tentang MBKM di mata pelaku Industri, karena memang salah satu tujuan dari implementasi program MBKM adalah menyiapkan mahasiswa memasuki dunia kerja dan dunia industri. Diperlukan sinergi dan kolaborasi agar aktif mewujudkan generasi muda Indonesia yang akan membangun bangsa melalui kemerdekaan pendidikan. Ukrida, dengan semboyan Lead To Impact, terus mengajak seluruh insan pendidikan untuk berkarya, dan Bersama Ukrida BISA.

Sumber : Humas Ukrida