Menindaklanjuti hadirnya Permendikbud No.30 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS), Universitas Budi Luhur berkomitmen untuk mendukung langkah konkrit dalam pendampingan korban kekerasan untuk memulihkan dan membantu korban membuka relasi yang sehat dengan orang lain, dibuktikan dengan terbentuknya Satgas yang tertuang dalam Keputusan Rektor Universitas Budi Luhur Nomor: K/UBL/REK/000/001/07/22 Tentang Pengangkatan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS). Langkah ini kemudian berlanjut dengan diagendakannya pelantikan Satgas yang tertuang dalam Keputusan Rektor pada 15 Agustus 2022 bertempat di Gedung GRHA Mahardhika Bujana Universitas Budi Luhur.

Pelaksanaan pelantikan dilaksanakan secara offline dengan peserta Satgas yang dilantik sebanyak 40 orang dan dilantik langsung oleh Rektor Universitas Budi Luhur Dr. Ir. Wendi Usino, M.Sc., M.M. Dihadiri oleh Ketua BPH YBLC Kasih Hanggoro, MBA serta Deputi Rektor, Dekan dan Kaprodi setiap fakultas yang ada di Universitas Budi Luhur. Satgas PPKS ini memiliki tugas melakukan pencegahan yang diwujudkan dalam bentuk program edukasi maupun sosialisasi antikekerasan seksual dan peraturan rektor serta infrastruktur mendukung upaya dari pencegahan kekerasan seksual di lingkungan kampus.

Acara pelantikan satgas berjalan lancar tergambar dengan antusias yang tinggi dari warga kampus seperti, tenaga pendidik, deputi, dan mahasiswa, dipandu oleh Afri Asnelly, S.Ip. Acara dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Budi Luhur. Dilanjutkan dengan sambutan Rektor Universitas Budi Luhur Dr. Ir. Wendi Usino, M.Sc., M.M dan Ketua BPH YBLC Kasih Hanggoro, MBA. Anggota satgas kemudian melakukan ikhrar janji dihadapan para tamu undangan untuk berkomitmen menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan amanah. LLDIKTI turut memberikan ucapan selamat dan wajengan untuk para satgas yang berhasil dilantik, diwakili oleh Norsanty S.Kom selaku Kepala Bagian Tata Usaha Lembaga Pendidikan Tinggi Wilayah III. Element mahasiswa pun turut tampil memberi sambutan dengan di wakili Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Budi Luhur, Muniif Abdurrasyid.

Hadirnya Satgas merupakan amanat Permendikbud Ristek No.30 Tahun 2021 dengan setiap kampus memiliki satgas yang dapat melakukan pengawalan sehingga kampus dapat menjadi lingkungan yang sehat, aman, nyaman dan juga tanpa kekerasan seksual. Permendikbud Ristek ini berupaya memastikan seluruh elemen dan pemangku kepentingan dalam universitas dapat mengambil peran mencegah dan menangani kekerasan seksual. Pembentukan Satgas diawali dengan sudah dari beberapa bulan lalu dengan nama pendaftar di saring dan mendapat surat rekomendasi dari Kaprodi atau Dekan Fakultas. Sebelumnya, telah dilaksanakan uji publik para panitia seleksi.

Harapannya pembentukan Satgas PPKS Universitas Budi Luhur dapat menjadi upaya terciptanya lingkungan kampus yang aman, nyaman dan sehat bagi para warga kampus budi luhur. Bekerja sama dalam mewujudkan atmosfer menuntut ilmu dan bekerja bagi seluruh warga kampus tidak hanya Satgas saja yang berperan tapi semua element turut membantu. Maka dari itu bagi yang melihat atau mengalami dapat menghubungi kontak media sosial pos sapa swyc budi luhur di @swyc_budiluhur.

Sumber: Suhanah Women and Youth Center (SWYC) Universitas Budi Luhur