Seiring dengan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkembang pesat, kebutuhan untuk mempelajari kemampuan baru (reskill) dan meningkatkan kemampuan (upskill) pun semakin besar. Indonesia sendiri masih memiliki pekerjaan rumah karena relevansi kemampuan lulusan perguruan tinggi dengan kebutuhan industri hanya berada di 64%.

Survei sebelumnya yang dilakukan oleh Willis Towers Watson pada tahun 2016 sampai dengan tahun 2018 menyatakan bahwa delapan dari sepuluh perusahaan di Indonesia mengeluhkan sulitnya mencari lulusan perguruan tinggi yang siap kerja. Oleh karena itu, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Indonesia (Kemendikbudristek) melakukan upaya terhadap permasalahan ini melalui Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

Guna menutup kesenjangan kompetensi lulusan perguruan tinggi dan kebutuhan dunia kerja, Kemendikbudristek mendorong kolaborasi antara praktisi dan dosen di ruang kelas sehingga bisa meningkatkan jumlah praktisi yang mengajar di perguruan tinggi. Hal tersebut sesuai dengan indikator kinerja utama (IKU) ke-4 yang akan membawa studi kasus terkini, praktik terbaik, dan teknologi aplikatif terkini untuk mendorong kelas yang lebih partisipatif dan kolaboratif dengan mengedepankan kerja sama tim (IKU 7). Program kolaborasi ini disebut dengan Kampus Merdeka Praktisi Mengajar.

Sehubungan dengan hal tersebut, kami mengundang Saudara/Bapak/Ibu untuk hadir secara daring dalam peluncuran Merdeka Belajar Kedua Puluh: Kampus Merdeka Praktisi Mengajar, yang akan diselenggarakan pada,

hari, tanggal : Jumat, 3 Juni 2022
pukul : 09.30 s.d. 10.30 WIB
tautan pendaftaran : http://praktisimengajar.id/registrasiMB20

Selengkapnya dapat diunduh pada tautan di bawah ini :