Pekan Cita Rasa Prancis atau Le Goût de France kembali diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Prancis dan Institut Français Indonesia (IFI) pada Senin (6/10/2025) di Politeknik Sahid Kampus Roxy. Pada Pekan Cita Rasa Prancis ini mengusung tema “Cooking Demos & Hands on Workshop in Vocational School & Higher Education” yang diisi oleh Fabrice Drouet dan Thomas Goguillons.
Kegiatan dibuka dengan sambutan dari Baskoro Harwindito, S.ST., M.M., Direktur Politeknik Sahid, serta Dr. Philippe Grangé, Tenaga Ahli Prancis di Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Kemdikbudristek. Dalam sambutannya, Dr. Philippe menjelaskan bahwa Pekan Cita Rasa Prancis bertujuan untuk memperkenalkan kuliner Eropa, khususnya Prancis, sekaligus mempererat hubungan budaya dan teknologi antara Prancis dan Indonesia
“Kegiatan hari ini mencakup dua demo, yaitu cooking demo dan mixology class, atau membuat minuman berbahan campuran beberapa jus, yang dibawakan oleh dua pakar dari Prancis,” jelas Dr. Philippe Grangé.
Kelas cooking demo dipandu oleh Chef Fabrice Drouet, yang memperkenalkan hidangan khas Prancis, Ballotine de Volaille Risotto Fregola Sarda aux Crevettes Sauce Brune au Curry. Mahasiswa yang mengikuti kelas ini tidak hanya menyaksikan proses memasak, tetapi juga berkesempatan untuk praktik langsung di bawah bimbingan Chef Fabrice.

Bertema “Cooking Demos & Hands on Workshop in Vocational School & Higher Education”, Pekan Cita Rasa Prancis atau Le Goût de France kembali diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Prancis dan Institut Français Indonesia (IFI) pada Senin (6/10/2025) di Politeknik Sahid Kampus Roxy.
Salah satu peserta, Annisa Nabilla, mahasiswa Program Sarjana Terapan Pengelolaan Perhotelan angkatan 2024, mengaku terpukau dengan kemampuan Chef Fabrice Drouet dan mendapatkan pengalaman baru dari teknik memasak yang belum pernah ia pelajari sebelumnya.
“Cucumber-nya itu di-blanch dengan butter, sugar, dan salt, lalu direbus selama lima menit, dibuang airnya, dan ditumis lagi dengan margarin. Teknik ini baru banget buat aku, dan hasilnya rasa cucumber jadi manis, enak banget,” ujar Annisa.
Sementara itu, kelas mixology dibawakan oleh Thomas Goguillons, yang memperkenalkan dasar-dasar bartending baik secara teori maupun praktik, memberikan contoh bagaimana membuat foam dan mencampurkan beberapa jus. Thomas juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mencoba membuat minuman sesuai dengan yang sudah diajarkan.
Muhammad Randy, mahasiswa Sarjana Terapan Pengelolaan Perhotelan angkatan 2023 menjelaskan kelas yang dibawakan oleh Thomas sangat menyenangkan karena bisa belajar langsung dengan praktisi dari Prancis. “Ada hal baru untuk kita dan menyenangkan. Hal barunya itu membuat foam dari egg whites, aquafaba, dan soy lecithin. Ini baru banget aku tahu setelah belajar hari ini”, tutur Randy.
Antusiasme mahasiswa Politeknik Sahid terhadap kegiatan ini sangat tinggi karena mereka mendapat ilmu dan pengalaman langsung dari praktisi internasional. Dr. Philippe Grangé menyampaikan harapannya agar melalui kegiatan ini, mahasiswa Politeknik Sahid semakin termotivasi untuk melanjutkan studi di Prancis melalui program Double Degree atau Apprenticeship.
Senada dengan hal tersebut, Baskoro Harwindito, S.ST., M.M. selaku Direktur Politeknik Sahid menyampaikan apresiasinya atas kerja sama dengan Kedutaan Besar Prancis dan IFI.
“Kelas yang diikuti oleh mahasiswa tingkat dua dan tiga ini diharapkan menjadi bekal bagi mereka saat terjun ke industri, khususnya di bidang gastronomi dan mixology. Semoga ilmu yang diperoleh hari ini bisa mereka terapkan saat magang maupun bekerja nanti,” tutupnya.
